Selamat Datang di Daniel's Blog

Senin, 09 Januari 2012

Kehebatan Buah Alpukat



Hello Sobat dan agan-agan sekalian ini ada postingan lagi yang gw buat untuk kalian semua yaitu Kehebatan Buah Alpukat sesuai judul di atas. Buah yang sempat dihindari karena diisukan membuat berat badan mudah bertambah (yg pengen nambah berat badan bisa makan ini ya hehehe) ini sekarang tengah menjadi primadona karena khasiatnya yang bisa menangkal hipertensi. Bukan hanya itu, ternyata buah lembut ini juga mampu menurunkan resiko stroke dan serangan jantung/hipertensi.( wow hebat banget bukan), karena alpukat merupakan satu-satunya buah yang kaya lemak, bahkan kadarnya lebih dari dua kali kandungan lemak dalam durian namun lemak tersebut menyehatkan.
Perlu diketahui, Lemak alpukat didominasi asam lemak tak jenuh tunggal oleat yang bersifat antioksidan kuat. Lemak alpuat membantu menurunkan kadar “kolesterol jahat” LDL sambil menaikkan “kolesterol baik” HDL yang menekan resiko stroke dan serangan jantung.
Yang menjadi bandingan alpukat adalah minyak zaitun. Tetapi alpukat punya nilai lus karena juga mengandung betakaroten, klorofil, vitamin E dan vitamin B kompleks.
Berbeda dari buah-buahan yang lain,alpukat hamir tidak mengandung pati, sedikit mengandun gula buah, tetapi berlimpah serat selulose. Ini yang membuat alpukat dianjurkan menjadi menu untuk mengendalikan diabetes. Tentu saja penyajiannya harus benar-benar dijaga. Jika dicampur dengan susu kental manis dan sirup tentu saja menu ini harus dijauhi penderita diabetes.
Karena kadar lemak tak jenuh yang tinggi, buah ini sebaiknya dikonsumsi para vegetarian. Urusan kesehatan, alpukat memang jagonya. Tetapi jangan salah, buah yang satu ini juga dekat dengan urusan kecantikan karena digunakan untuk masker agar kulit lembut dan kencang.
 Sangat bermanfaat sekali bukan buah alpukat itu, so, konsumsilah dengan baik bila ingin mendapat khasiatnya dan jangan lupa selau berinovasi dan kreasi dalam mengonsumsinya. :D


Rabu, 04 Januari 2012

Kubis, Murah Meriah dan Kaya Manfaat


Sayuran kubis sangat berlimpah di Indonesia. Apalagi, sayuran jenisini sama sekali tidak mengenal musim, sehingga begitu mudah didapatkan kapan saja dan diolah menjadi apa saja.
Kubis, bisa disantap mentah sebagai lalapan atau bahan peracik salad sayuran. Diolah menjadi sup, tumis, kaserol, disetup, dibuat sup, asinan, atau diracik menjadi apa saja sesuai selera. Terlebih kubis dikenal sebagai sumber nutrisi yang bagus, kaya akan vitamin  C, selain kandungan seratnya yang tinggi.
Di berbagai negara, kubis diolah dengan cara yang berbedda. Di Indonesia, kubis bisa ditumis, dibuat asinan (sayur asin), hingga disantap mentah. Di Korea, misalnya sangat sohor dengan kim chi atau asinan kubis jenis sawi yang disuguhkan sebagai makanan pembuka. Sementara di negara belahan Barat, kubis sering dibuat sebagai campuran salad, dibuat menjadi su, selain dikukus sebagai kaserol sayuran.
Di pasaran kubis dikenal  dalam beragam jenis. Kubis hijau dan kubis merah, ubis napa atau dikenal sebagai sawi, bok choy atau kubis China, kubis baby atau brussel sprouts, kubis berdaun keriting atau sawoy kubis dan banyak ragam nama lainnya


Kubis yang segar dan berkualitas bisa ditandai dari kepadatan kubis yang solid dan helaian  daun yang segar dan renyah, tanpa bekas-bekas gigitan ulat. Sebaliknya, bintik-bintik kecoklatan yang tersebar di daun kubis yang terasa lebih kering, bisa dijadikan penanda jika kubis sudah dalam kondisi tidak segar lagi.
Ada pula yang bisa dijadikan patokan untuk membeli kubis berkualitas adalah dengan berpatokan pada warna di bagian kepala kubis. Semakin gelap warna kubis dibagian kepalanya, bisa juga dijadikan pemandu jika kubis tersebut memiliki citarasa yang lezat.
Sayangnya, perlakuan yang kurang tepat dalam menangani kubis acapkali menjadikan vitamin C dalam kubis terbuang sia-sia. Itu sebabnya, sangat disarankan  kubis diperlakukan (dipotong, dicuci) sesaat hendak diolah.
Pun demikian, dengan cara menyimpan kubis jika tidak segera diolah. Sebaiknya kubis disimpan dalam kondisi tidak dicuci dalam kemasan plastik perforasi dan disimpan dalam lemari pendingin. Dengan cara ini kubis akan sanggup bertahan hingga dua pekan ke depan.
Jika kubis sudah terlanjur dipotong dan batal diolah, kemas dalam plastik, lalu simpan dalam lemari pendingin. Dengan cara seperti ini pun, usia kubis potong hanya dperpanjang dua hari saja. Dengan kata lain, olahlah kubis secepat mungkin.
 
Tepat Ditangani
Langkah utama menangani kubis sebetulnya mudah. Cuci dan potong. Meski demikian, memotong kubis, utamanya dengan pisau stainless steel yang mengandung karbon meninggalkan noda hitam pada tepi daun atau potongan kubis. Tidak hanya itu. Memotong kubis dan kemudian tidak langsung mengolahnya menjadikan kandungan vitamin C dalam kubis terbuang percua
Itu sebabnya, olah kubis yang sudah dipotong secepatnya.gunakan air dingin mengalir untuk mencuci kubis. Bila perlu rendam potongan kubis dalam air dingin yang sudah diberi sejumput garam untuk memisahkan ulat jika ada yang tertinggal di lembaran daun kubis, selama 20 menit. Kemudian tiriskan kubis dan olah sesuai selera.
Namun, jangan mengonsumsi kubis secara berlebihan setidaknya bagi yang memiliki gangguan wasir, karena kubis paling jago menimbulkan gas buangan perut!

Si Manis Rukem yang Langka


Warna hijau berubah menjadi warna ungu ketika buah rukem (flacourtia indica) matang. Rasanya yang manis asam membuat buah yang kini langka ini sangat segar ketika dikulum. Rukem, ada yang menyebutnya jukum, dan ukurannya begitu mungil mirip lobi-lobi, buah ini diklaim asli Indonesia.

Ampas Teh Usir Debu


Menyapu ruangan yang dipenuhi debu halus, harus dilakukan berulang-ulang. Supaya praktis, pakai ampas teh. Saring hingga air menetes, tetapi masih cukup lembap. Tebarkan pada lantai yang dipenuhi debu halus, kemudian disapu. Debu akan menempel pada ampas teh.

Seledri Tetap Segar


Cara menyimpan yang salah justru tidak membuat sayuran terjaga kesegarannya dalam lemari es. Agar bertahan hingga berminggu-minggu, sebaiknya bungkus seledri dengan alumunium foil sebelum dimasukkan ke lemari pendingin.

Selasa, 03 Januari 2012

Sebutir Apel Sehari untuk Hidup Lebih Berkualitas

Selain kaya serat, apel mengandung senyawa antioksidan, yakni vitamin C dan quercetin yang mampu mencegah kerusakan memori dan fungsi otak yang disebabkan stres oksidatif. Yaitu stres akibat kurangnya asupan antioksidan yang menjadikan tubuh gagal menetralisasi radikal bebas yang pula memicu sejumlah penyakit. Dari katarak, jantung, stroke hingga kanker.
Kelebihan lain, apel bisa didapat sepanjang tahun. Selain, apel memiiki keragaman, baik dalam warna, bentuk dan nama. Ada apel ambrosia, apel connell merah, apel cameo, apel gala, apel granny dan banyak jenis lainnya.
Dalam bentuknya, apel nyaris memiliki wajah yang seragam, meski masih bisa dibedakan satu sama lain. Sementara warna merah, kuning, hijau dan paduan ketiga warna tersebut menjadikan apel memiliki warna yang menggiurkan



Apel yang matang dan siap santap, biasanya memiliki warna yang cerah dan merata di seluruh bagian tubuh apel. Dengan daging buah yang renyah dan memiliki kandungan air yang menyegarkan saat disantap mentah.
Selain disantap mentah, apel bisa juga diolah menjadi minuman, atau campuran untuk salad, kue,atau dikeringkan menjadi keripik, hingga diracik menjadi jeli dan selai apel. Jika apel tidaj habis disantap, simpan apel di lemari pendingin dengan mengemasnya dalam kantong plastik berperporasi, apel akan tahan hingga tiga minggu ke depan. Apel juga bisa disimpan dalam suhu kamar

Khasnya Tak Tergantikan (Daun Jeruk Purut)


Sebagai rempah untuk masakan, keberadaan dan penggunaan daun jeruk purut yang bercitarasa khas tak tergantikan oleh bahan baku lainnya. Mungkin kulit jeruk yang bisa digunakan sebagai bahan pengganti. Itu karena kandungan minyak atsiri citronelal, citronelol, nerol,dan limonena. Pengawetan (dikeringkan dan dibekukan) daun jeruk purut hanya mampu bertahan satu tahun.